![]() |
Poto Ilustrasi. sumber Net. |
Kutawaluya KHI - Seorang eks nasabah Bank PNM MEKAR mendatangi kantor Redaksi karawanghariini.id, bahwa dirinya merasa tidak nyaman atas intimidasi pihak bank Mekar Cabang Kutawaluya terhadap dirinya. Kamis (9/11/23)
IJ, membeberkan duduk masalahnya. Diakui IJ. Dirinya memang benar pernah pinjam uang di Bank Emok Mekar Cabang Kutawaluya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Tapi semua hutangnya sudah dilunasi sejak 23 Oktober 2023.
" Aneh masa hutang sudah lunas kemarin saya ditagih lagi. Saya punya bukti angsuran terakhir kok, yang lebih anehnya lagi, sisa hutang saya hanya tinggal bunganya saja, " ungkapnya
Menurut IJ, pinjam uang di Bank Emok, tidak dipisah antara bunga bank dengan pinjaman pokok. Bunga Bank dan Pinjaman Pokok disatukan sehingga menjadi angsuran.
" Iya masa terpisah antara pinjaman pokok dengan bunga bank, mau dihitung atau diperkecil seklipun, nasabah itu bayarnya jadi satu dengan angsuran, petugas Bank yang mungkin managernya pernah ngechat ke saya, bilangnya sisa hutang ibu IJ Rp. 95 rubu lagi, nah tanggal 23 Oktober saya lunasi, tapi kok bilang petugas bank mekar saya masih punya hutang bunganya, " tutur IJ
Sementara menurut petugas Bank PNM Mekar Cabang Kutawaluya Kabupaten Karawang, yang namanya hutang pasti ada bunganya, mau di bank yang besar seklipun.
" Namanya hutang pasti ada bunganya, mau di bank gede BRI sekalipun ada bunganya. Itu mah bunganya, ya kalo ga dibayar bakal nambah lagi utangnya," kata petugas Bank Mekar Cabang Kutawaluya melalui pesan singkat WhatsApp nya Rabu. (8/11/23)
Lebih jauh IJ juga mengatakan, setiap bayar angsuran melalui rekening pribadi petugas Bank Emok Mekar. Transfernya ke Rekening Dana Nomor : 085715455xxxx an Sari Rahmawati)
" Awalnya saya juga ragu, saat saya akan transfer bayar angsuran dikasinya nomor rekening pribadi, tapi karena dia menunjukan bahwa dia adalah petugas Bank Mekar, maka saya turuti, padahal saya sempat berpikir, kok bukan nomor rekening perusahaan,? . Tetapi hal itu tidak saya soal. Yang penting saya niatnya bayar," beber IJ. (Sent)